Pages

Kamis, 25 November 2010

Sentou

Sentou adalah sebutan untuk pemandian umum yang ada di jepang. Berbeda dengan onsen yang merupakan tempat pemandian air panas yang langsung berasal dari sumber air panas, sentou banyak dijumpai di setiap daerah dan kota dalam bentuk rumah. Sentou sudah dikenal sejak periode Edo, meskipun seiring perkembangan zaman jumlah sentou semakin berkurang karena kebanyakan rumah – rumah di Jepang sudah memiliki kamar mandi sendiri. Walau demikian, hingga sekarang sentou masih tetap dilestarikan dan dikunjungi oleh masyarakat Jepang.



Bangunan sentou memiliki bermacam – macam bentuk selayaknya rumah dan gedung pada umumnya, namun ada juga bangunan tradisional yang dari luar tampak sperti bangunan kuil di Jepang. Orang – orang bisa mengenal sentou dengan mudah karena di luar pintu masuknya terdapat noren (tirai) berwarna biru tua, dengan tulisan huruf kanji atau hiragana yu (air panas). Setelah memasuki pintu masuk sentou ada sebuah ruangan berisi loker sepatu bagi para pengunjung untuk mengganti sepatu mereka dengan surippa (sejenis sandal selop) yang sudah disediakan pemilik sentou secara gratis. Di ruang tersebut terdapat noren dan pintu menuju ruang selanjutnya, datsuijo dan datsuiba (ruang ganti pakaian) yang terpisah antara pria dan wanita dengan huruf kanji otoko untuk pria dan huruf kanji onna untuk wanita. Dinding penyekat yang memisahkan ruang pria dan wanita cukup tinggi, yaitu kira – kira setinggi 2 meter. Di pertengahan penyekat ini terdapat Bandai, yaitu boks setinggi 1,5 – 1, 8 meter seperti peron stasiun di kereta. Di tempat inilah pengunjung harus membayar tiket masuk yang harganya berkisar antara 300 – 600 yen, tergantung pada fasilitas dan kelas yang disediakan. Pengunjung yang sudah membayar diperbolehkan masuk ke datsuijo. Ruangan bertatami yang umumnya berukuran 10x10 meter ini terdapat loker untuk menyimpan pakaian, dan di pojok ruangan terdapat taman Jepang dengan kolam kecil. Selain itu juga disediakan berbagai mesin koin minuman dingin, es krim, hingga kursi pijat. Beberapa sentou juga menjual peralatan mandi seperti sabun, shampo, sikat gigi, alat cukur, handuk, dll.



Di sebelah ruang ganti pakaian terdapat ruang pemandian yang dipisahkan oleh pintu dorong, agar suhu air panas dalam ruang pemandian tidak keluar ruangan. Tapi khusus sentou di daerah Okinawa tidak ada penyekat antara kedua ruangan tersebut, karena suhu di daerah tersebut sudah cukup panas. Di dekat pintu ruang pemandian biasanya terdapat tempat duduk untuk menunggu dan ember kecil untuk mengisi peralatan mandi seperti handuk, sabun, dll. Sedangkan di tengah ruangan ada sejumlah keran air yang mengalirkan air panas dan air dingin. Disini pengunjung bebas membersihkan badan mereka dengan sabun, shampoo, dll. Orang Jepang biasa mandi menggunakan 2 buah handuk, yaitu handuk kecil untuk menggosok badan, dan handuk besar untuk mengeringkan badan. Ada sebuah etiket di pemandian umum Jepang, bahwa sebisa mungkin air yang dipakai tidak menciprat ke orang sebelah. Setelah badan benar – benar bersih dari sabun dan shampoo, pengunjung bisa berendam dalam bak rendam yang terletak di ujung ruangan pemandian, setelah sebelumnya membereskan kembali peralatan mandi ke dalam ember. Hal lain yang perlu di perhatikan adalah pengunjung dilarang langsung berendam dalam bak sebelum membersihkan badannya terlebih dahulu di tempat keran. Sebuah sentou memiliki 2 atau 3 bak berendam air panas, dengan temperature yang berbeda pada setiap bak. Air panas ini berasal dari kamaba atau ruang pemanasan, ruangan di belakang pemandian yang menjadi tempat memanaskan air dengan menggunakan peralatan listrik atau kayu bakar. Sama seperti ruang ganti pakaian, dinding penyekat ruang pemandian antara pria dan wanita juga setinggi 2 meter. Dinding tersebut biasanya dipasang lukisan besar bergambar pemandangan alam di Jepang seperti laut, gunung Fuji, dll. Bila sudah selesai mandi dan berendam, pengunjung mengeringkan badannya dengan mengenakan handuk lalu keluar menuju ruang datsuijo untuk memakai baju yang disimpan dalam loker. Setelah mengganti surippa dengan sepatu yang dipinjam dalam loker, pengunjung bisa pulang meninggalkan sentou.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar